Please Leave a Review on TripAdvisor

Kalo lo makan di daerah-daerah wisata di Bali, satu hal jelas banget: mereka sangat ngandelin TripAdvisor. Hampir di tiap restoran atau kafe, ada tulisan yang intinya minta lo cerita ke temen lo atau tinggalin ulasan di situs itu kalo lo punya kesan dan pengalaman positif.

Dan itu strategi yang jitu.

Area Kuta, Bali

Bali adalah tempat yang penuh turis dan traveler—orang-orang yang hari ini ada, besok belum tentu. Beriklan secara konvensional nggak ada gunanya. Mereka nggak nonton program TV lokal, nggak baca koran atau majalah setempat.

Selain itu, sebagian besar mereka adalah anak muda. Generasi internet. Generasi yang liat Google Maps saat mau pergi ke suatu tempat, ngecek TripAdvisor saat mau cari makan, nongkrong, atau party.

Gue jadi inget buku Purple Cow karya Seth Godin. Di situ Godin bicara tentang era Before Advertising, During Advertising, dan After Advertising.

Before Advertising, there was word of mouth. Products and services that could solve a problem got talked about and eventually got purchased. The best vegetable seller at the market had a reputation, and her booth was always crowded.

During Advertising, the combination of increasing prosperity, seemingly endless consumer desire, and the power of television and mass media led to a magic formula: if you advertised directly to the consumer (every consumer), sales would go up. A partnership with the right ad agency and the right banker meant you could drive a company to be almost as big as you could imagine.

After Advertising, we’re almost back where we started. But instead of products succeeding by slow and awkward word of mouth, the power of our new networks allows remarkable ideas to diffuse through segments of the population at rocket speed.

Buku Seth Godin

Salah satu poin yang Godin sampein dalam buku itu adalah kita udah tiba di era After Advertising. Iklan emang belum bener-bener mati, tapi giginya udah keropos. Dan itu terlihat jelas di daerah-daerah turistik di Bali, yang crowd-nya didominasi generasi muda—generasi kita. Restoran burger favorit gue di Bali, misalnya, rame hanya karena TripAdvisor, padahal lokasinya nggak ideal, agak susah dicari.

Di masa depan nanti generasi orangtua kita, Generasi TV, bakal lewat. Generasi kita akan sepenuhnya dominan. Mungkin segalanya bisa dibangun di atas prinsip itu: please tell your friends or leave a review on TripAdvisor (dan media sosial secara umum, tentu saja).

LinkedInShare

8 comments

  1. internet terkadang memang mempengaruhi sudut pandang seseorang, lah taunya info cuma dari situ, dan ya saran di atas itu berguna sekali, dan harus begitu 😀

      1. berita sih iya, masih suka mbuka detik.com, tapi tetep lebih nikmat baca koran versi kertas, syukurnya perpustakaan menyediakannya dengan rajin & gratis hehe

  2. wohooo reputasi atau semacam pengakuan dari media apapun itu penting banget loh, makanya kalau mau bisnis, online marketing itu super diperhatiiin sekarang, apa2 tanya mbah google kan sekarang hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *