Manusia Kreatif

Sebelum kita bahas bagaimana menjadi manusia kreatif, tentu saja kita mesti sepakat dulu tentang definisi ‘kreativitas’. Ada banyak banget definisi untuk kata itu dari orang-orang hebat di dunia—ada yang mirip-mirip, ada yang sepenuhnya lain—tapi definisi yang paling gue suka berasal dari Steve Jobs.

“Creativity is just connecting things. When you ask creative people how they did something, they feel a little guilty because they didn’t really do it. They just saw something. It seemed obvious to them after a while. That’s because they were able to connect experiences they’ve had and synthesize new things.”

Bagaimana Menjadi Kreatif

Ya, kreativitas itu cuma nyambungin titik-titik terpisah, bukan definisi aneh-aneh yang dibikin supaya kedengeran keren. Ada lagi kata-kata yang gue suka tentang kreativitas dan poinnya mirip-mirip ama ucapan Steve Jobs di atas.

“That is the creative artist—a penalty of the creative artist—wanting to make order out of chaos. The rest of us plain people just accept disorder—if we even recognize it.”  Ursula Nordstrom

Itu kerasa banget pas kita liat orang-orang yang musikal. Orang-orang yang nggak musikal sering kesulitan memahami struktur rangkaian nada sebuah lagu—jangankan paham, ngeraba polanya aja belum tentu bisa—tapi orang-orang yang musikal bisa dalam sekejap memvisualisasikan nada-nada di kepalanya. Polanya seketika jelas. Mereka tau di mana nada dasarnya, apa kord-kordnya, pola progresinya, dan seterusnya.

Apa rahasia kreativitas itu?

Dalam seni, bakat jelas megang peranan besar. Terserah kalo ada peneliti-peneliti yang nggak setuju. Orang non-seni nggak mungkin bisa seratus persen memahami orang seni. Dan orang yang beneran berbakat nggak mungkin bisa nyangkal kalo bakat mereka megang peranan besar—itu sama aja kayak bohongin diri sendiri.

Gimana dengan di dunia secara umum? Ini kata-kata Steve Jobs lagi:

“The reason creative folks can see that something is because they’ve either had more experiences than other folks or have thought more about their experiences. They’ve developed a big bag of experiences to carry around with them. A lot of people in our industry haven’t had very diverse experiences, so they don’t have enough dots to connect, and they end up with very linear solutions without a broad perspective on the problem. The broader one’s understanding of the human experience, the better design we will have.”

Cara menjadi manusia kreatif adalah dengan mencari pengalaman sebanyak dan sedini mungkin. Cukup jelas inti kata-kata Steve Jobs adalah semakin banyak titik untuk dihubungkan, semakin bagus. Itu kunci kreativitas.

“We can only connect the dots that we collect. Your connections are the thread that you weave into the cloth that becomes the story that only you can tell.” Amanda Palmer

Kalo lo udah sering baca artikel-artikel Controversy, pasti lo sadar cukup banyak tulisan gue yang porsinya lima puluh persen bukan tulisan gue. Contohnya artikel ini. Yang gue lakuin adalah baca sejumlah artikel online, ngeliat pola untuk dibikin jadi satu artikel, dan ngasih kata-kata gue sendiri untuk nyambungin hal-hal yang gue dapet itu. Connecting the dots.

Kenapa gue lakuin itu? Pertama, mempersingkat waktu. Makin cepet gue kelarin satu hal, makin bagus, jadi gue bisa lakuin hal lainnya. Kedua, artikel gue ada referensinya, jadi kerasa lebih berisi. Menguntungkan bagi gue dan bagi pembaca.

“Creativity can solve almost any problem. The creative act overcomes everything.” George Lois, The Art of Advertising: George Lois on Mass Communication

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

6 comments

  1. iya ya. nulis serius macam tugas akhir (saya hihi) itu juga gitu juga, nyari referensi sana sini, menghubungkannya sana sini, bikin bantahan sana sini, buat kesimpulan sana sini, tapi ini tulisan keren, tentang titik-titik yg mencerahkan, makasih gan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *