Hal-hal yang Perlu Dipikirkan Penulis Sebelum Menulis Novel

Ini udah bukan jamannya lo mikir lo bisa nulis apa pun yang lo mau. Penerbitan sebuah buku adalah hasil kerja kolaborasi. Lo dan penerbit sama-sama bangun sesuatu yang diharapkan akan ninggalin bekas di dinding industri. Mungkin bocet, mungkin gompal, mungkin retak, atau kalo beruntung: robohin dinding status quo itu dan jadi trendsetter. Kayak Laskar Pelangi atau 5cm atau Kambing Jantan.

Hal-hal yang Perlu Dipikirkan Penulis Sebelum Menulis Novel | Controversy

Pada dasarnya, merancang sebuah novel sama aja kayak merancang sebuah produk. Ada hal-hal yang mesti lo tau sebelum mulai. Hal-hal kayak untuk siapa novel lo ditulis, apa yang pembaca lo cari, apa yang mereka peduliin, apa masalah-masalah yang mereka hadapi, dan sejauh apa kita belajar dari dan tentang mereka.

Itu penting.

Contoh: kalo lo jago banget nulis dan mutusin nulis teenlit tapi nggak tau apa-apa soal remaja, percuma deh kejagobangetan lo itu. Mendingan kemampuan nulis lo biasa aja, tapi lo ngerti apa yang lo tulis dan orang-orang yang akan baca tulisan lo. Singkatnya, pemahaman lo tentang (calon) pembaca lo memampukan lo bikin karya yang lebih baik dan, lebih penting dari itu, relevan dengan jaman.

Tapi gue sebenernya males bahas ginian karena ada 13.749 web lain yang udah bahas. Dan walaupun itu penting, masih ada lagi yang lebih penting. Dan yang lebih penting itu akan gue mulai dengan suatu uraian:

Penggemar musik pop udah ada sebelum Michael Jackson ada. Rastafarian udah ada sebelum Bob Marley ada. Penyuka buku komedi udah ada sebelum Raditya Dika ada. Orang-orang cerdik ini liat kekosongan yang bisa mereka tempatin dan kerja keras untuk itu. Hasilnya, mereka jadi ikon di bidang mereka masing-masing.

Harus ada band yang jadi band terbaik di dunia—nggak mungkin kalo lo nggak terpikir Coldplay. Harus ada aktor yang jadi aktor teraneh di dunia—nggak mungkin lo nggak terpikir Johnny Depp. Harus ada aktris yang jadi aktris terseksi di dunia—pada satu masa orang mikir Scarlett Johannson, pada masa lainnya mungkin Megan Fox.

Hal terpenting yang bisa dipikirin penulis—dan siapa pun yang lagi bangun sesuatu—jelas adalah kekosongan yang bisa mereka isi. Lo pengen dikenal sebagai penulis kayak apa? Apa novel lo akan bawa lo ke tujuan itu? Apa novel lo identik atau berpotensi diidentikkan dengan sesuatu?

Novel Fight Club karya Chuck Palahniuk jelas identik dengan sesuatu, nggak bisa disamain dengan novel kontemporer mana pun. Dibandingin dengan itu, novel lo apa kabar?

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *