Mitos Besar yang Dipercayai Banyak Penulis Baru

Gue sering denger dari temen-temen penulis, terutama yang masih di tahap awal kayak gue, bahwa sekarang jaman internet, susah bagi penulis baru untuk maju kalo nggak punya banyak pengikut di media sosial.

Itu jelas mitos. Saat lo ajuin naskah ke penerbit, biasanya lo akan kasih juga surat pengantar yang isinya siapa lo, apa kekuatan naskah lo, apa langkah-langkah promosi yang bisa lo lakuin, dan hal-hal semacamnya. Kalo lo punya banyak pengikut di media sosial, itu nilai plus. Tapi itu bukan satu-satunya jalan. Pada dasarnya, jalan menuju sesuatu nggak pernah cuma satu.

Mitos Besar yang Dipercayai Banyak Penulis Baru | Controversy

Gue kasih contoh dari industri berbeda.

Lo tau sepatu Nine West? Beberapa tahun yang lalu, mereka cari cara yang murah dan simpel untuk bawa pelanggan dan calon pelanggan ke web mereka. Itu bukan kerjaan yang gampang karena dari segala jenis pilihan web yang ada, web sepatu tentu bukan yang paling menarik, jarang terpikir saat kita buka browser.

Yang Nine West lakuin adalah cetak alamat web mereka di sol sepatu mereka. Jadi, kalo lo pake sepatu mereka dan nginjek genangan dikit aja atau tanah basah atau apalah, lo akan ninggalin alamat web mereka di jalanan—atau lantai mal mungkin?—sampe sol sepatu lo kering.

Keren banget, kan?

Selalu ada hal kreatif yang bisa kita lakuin kalo kita punya imajinasi—atau mungkin lebih tepatnya, kalo kita mau mikir. Apa yang Nine West lakuin itu nggak ada hubungannya ama media sosial, jumlah pengikut, dan lain-lain. Dan bayangin berapa banyak alamat web yang udah ditinggalin sepatu-sepatu mereka di dunia ini.

Gue nggak akan kasih contoh konkret apa yang bisa lo lakuin sebagai penulis baru karena itu bagian lo buat mikir. Selain itu, itu juga tergantung keseharian lo—kerjaan lo, pergaulan lo, dan lain-lain. Tapi katakanlah lo pengamen. Gimana kalo lo ngamen di tempat-tempat yang nyeni, berpakaian yang keren, dan bagi-bagi kartu nama tiap kelar nyanyi? Dalam sebulan lo mungkin ngamenin seribu orang, tiga bulan tiga ribu. Kalo di kartu nama lo ada alamat blog lo, lo bakal dapet peningkatan traffic yang signifikan, dan lo bisa unjuk kemampuan menulis.

Gue sering denger kata-kata kayak ‘sebenernya di Indonesia banyak penulis hebat, tapi nggak pernah tersorot’. Menurut gue, itu bullshit. Lo bisa punya ide sehebat apa pun, tapi kalo itu nggak pernah tereksekusi dengan baik, mungkin lo mesti mikir ulang definisi lo tentang ‘hebat’. Karena yang lebih hebat dari ide hebat adalah ide yang bekerja.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

12 comments

  1. Ini berasa ditampar. Hahah.. 😀

    Nah ya, mikirnya yang instan bakalan cepet laku. Padahal kan enggak jugak. Tergantung seberapa keren tulisan en cara penyampaiannya.. 😛

    1. Dari sisi industri, selalu ada dua hal kan yang bisa dilakuin: pertama, bikin sesuatu sesuai tren, cari duit sebanyak-banyaknya, terus move on begitu trennya lewat; kedua, bikin sesuatu yang berkualitas, dengan branding kuat, dan bisa bertahan lama. Antara penulis dan penerbit, ya cocok-cocokan soal itu hehe….

  2. bullshit. Lo bisa punya ide sehebat apa pun, tapi kalo itu nggak pernah tereksekusi dengan baik, mungkin lo mesti mikir ulang definisi lo tentang ‘hebat’. Karena yang lebih hebat dari ide hebat adalah ide yang bekerja.

    mantap sekali bagian akhir ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *