Mimpi adalah Kunci

“Without having a goal, it’s difficult to score.” Paul Arden

Ini tulisan pertama gue tentang mimpi, mungkin sekaligus yang terakhir. Gue emang bukan penggemar berat konsep mimpi (atau visi), walaupun tau apa pentingnya. Gue sepikiran ama Louis Gerstner saat dia bilang gini: “Getting it done, getting it done right, getting it done better than the next person is far more important than dreaming up new visions of the future.”

Buat gue, mimpi bukan sesuatu yang perlu digembar-gemborin, dilihat dengan decak kagum, apalagi dengan cara yang filosofis. Mimpi sebaiknya dilihat dengan cara yang praktis, salah satu aspek dari kerangka rencana kita.

Mimpi adalah Kunci | Controversy

Sewaktu remaja, Victoria Beckham punya ambisi yang nggak sekadar jadi lebih baik daripada teman-temannya atau bahkan jadi penyanyi terkenal. Ambisinya adalah jadi merek yang mendunia.

Dia nggak hanya memimpikannya, tapi bener-bener serius ngejar itu. Yang menarik, dia nggak jadiin, katakanlah, Michael Jackson atau Mariah Carey sebagai inspirasi, tapi justru Persil Automatic. Apa itu Persil Automatic? Salah satu deterjen paling terkenal di Inggris.

Kalo lo liat Victoria sekarang, dia emang bukan penyanyi istimewa. Nggak bisalah dibandingin ama penyanyi-penyanyi selevel Mariah Carey atau Whitney Houston. Tapi dia jelas adalah merek yang mendunia.

Ketika Charles Foley berumur 18, dia bilang ke ibunya bahwa dia mau jadi penemu barang-barang yang akan digunakan orang di mana-mana. Pada usia 67, dia punya 130 hak paten untuk barang-barang ciptaannya, salah satunya adalah permainan Twister, yang dia ciptain tahun 60-an dan masih laku sampe sekarang.

Dia baru meninggal dua tahun yang lalu, dan sampe akhir hidupnya masih sibuk ciptain ini-itu. Beberapa hal yang dia lakuin pada tahun-tahun terakhir hidupnya: dia ngembangin lagi penemuannya pada tahun 60-an, sejenis cairan anti-lengket (atau yang menetralisasi kerekatan lem), dan jual hak untuk membuat dan memasarkannya ke sebuah perusahaan yang dikepalai anaknya.

“I was born with a gift. Ideas pop into my head.” Charles Foley

Mimpi atau visi Charles Foley adalah jadi penemu besar, tapi misinya tentu bukan itu. Visi adalah tentang masa depan, sedangkan misi tentang masa kini. Misi Foley berubah dari waktu ke waktu. Misi awalnya adalah menemukan barang pertamanya. Kelar dengan itu, misinya berubah jadi menemukan barang keduanya. Terusin aja.

Itulah kenapa mimpi atau visi bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarin. Pelatih bola kesukaan gue, Jose Mourinho, pernah bilang sesuatu yang kira-kira gini: gol itu nggak perlu terlalu dipikirin; main aja sesuai rencana, nanti golnya datang sendiri. Ya, itulah yang terpenting. Main sesuai rencana, dengan komitmen dan konsistensi, hari lepas hari.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

4 comments

  1. gimana dengan yang suka ngegembar-gemborin visi ke orang lain, sehingga banyak orang yang menilai dia orang yang idealis dan emang itu dilakukan karena dapat menimbulkan kesan (semangat) tersendiri dalam menjalani misinya…

    1. Buat saya, apa pun yang seseorang pilih sih sah-sah aja, apalagi kalo itu ngasih dia semangat. Dan pada dasarnya kita memang punya cara masing-masing, dan ada banyak jalan untuk mencapai sesuatu. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *