Mungkin Karya Lo Emang Nggak Bernilai

Ya, mungkin karya lo emang nggak bernilai, makanya nggak laku. Jangankan laku, bikin orang nengok aja nggak. Nggak ada orang peduli ama apa pun yang lo bikin itu. Nggak ada orang yang tau elo. Bisa dibilang, karya lo ada atau nggak, nggak ngaruh.

Mungkin Karya Lo Emang Nggak Bernilai | Controversy

Gue akan kasih lo cerita yang lo semua udah tau dari jaman dulu, tapi taktiknya masih relevan sampe sekarang. Waktu Vincent Van Gogh melukis dulu, dia sering jual karya-karyanya hanya supaya dia bisa beli kanvas dan cat lagi. Dia konsisten dengan ide-idenya dan nggak ada yang mandang tinggi itu.

Tapi seratusan tahun terakhir, ada perubahan besar dalam dunia seni. Sebuah lukisan bisa aja dijual dengan harga semurah, katakanlah, US$ 200 atau 300, tapi juga bukan sesuatu yang wow saat ada lukisan yang terjual US$ 10.000.000, apalagi kalo pelukisnya Van Gogh dan seniman-seniman besar lainnya.

Seiring waktu, nilai lukisan-lukisan itu meningkat. Tapi bukankah nggak ada yang berubah dari karya-karya itu? Orang di dalam lukisan nggak jadi tambah ganteng atau cantik, kan? Langit juga nggak jadi tambah cerah. Rumput nggak tambah hijau.

Yang berubah cuma satu: apresiasi kita terhadap ide si seniman, dedikasinya, dan kehidupannya. Peningkatan nilai semacam itu emang nggak terjadi dalam sekejap. Untuk mematangkan ide butuh waktu. Dedikasi butuh waktu supaya teruji. Kehidupan atau pergulatan hidup yang sebentar juga nggak ada istimewanya. Dalam kasus Van Gogh, sayangnya waktu yang dibutuhin untuk peningkatan nilai terlalu lamaβ€”atau mungkin jamanlah yang berkembang terlalu lambat.

Pada jaman digital sekarang ini, ada banyak model bisnis yang bergantung pada peningkatan nilai semacam itu. Lo bisa ciptain platform, bangun user base sebesar-besarnya, terus jual. Banyak web dan aplikasi yang kayak gitu. Youtube, misalnya, mungkin nggak bikin duit dalam jumlah yang signifikan sampe akhirnya dibeli Google.

Perusahaan-perusahaan kayak gitu seumur hidupnya (sampe akhirnya dijual) sangat bergantung pada duit pendirinya, walaupun ada juga yang dapet dukungan dana dari investor. Itu berisiko karena jelas ada jauh lebih banyak cerita tentang You-nggak-jelas-siapa daripada Youtube yang sukses.

Poinnya, semua orang memulai dari keadaan nggak bernilai. Kalo sekarang lo cuma dapet hasil-hasil buruk, mungkin karena karya lo emang nggak bernilai. Tapi itu bisa berubah. Youtube nggak akan ada nilainya kalo platform bikinan mereka jelek dan nggak punya cukup pengguna. Jadi, gimana cara bikin karya lo jadi bernilai? Nah, itu bagian lo buat mikir dan kerja.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

12 comments

      1. ehehe menurutku sih, kalo value bagus, cost bakal ngikutin kok, tapi nunggu waktunya itu yg tak bisa diduga2. seperti tulisan2mu inilah, valuenya bagus, mungkin sekarang costnya belum terlihat, tapi entah kenapa saya kok ya yakin ini cuma nunggu waktu, gak bakal lama kok ehehe

  1. Baiknya emang bikin karya lagi, bikin karya lagi dan bikin karya terus, Kak. Learning by doing. Setiap seniman bertumbuh bersama karyanya. Mereka yang hari ini bisa bikin karya ciamik, kebanyakan menertawakan karya pertama mereka. Bahkan beberapa ada yang menyebut karya pertama mereka sebagai ‘sampah’. Tapi, tanpa ‘sampah’ tersebut, karya ciamik yang hari ini mereka lihat nggak akan tercipta. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *