Mungkin Lo Akan Mati Bunuh Diri atau Hidup dalam Depresi

“Happiness in intelligent people is the rarest thing I know.” Ernest Hemingway

Itu bukan berita baru. Kita semua punya batas. Otto Frederick Rohwedder mesti kerja keras dua puluh tahun sampe mesin ciptaannya sukses. Tapi gimana kalo lima puluh tahun? Gimana kalo sampe akhir hidup lo ketekunan lo nggak membuahkan hasil? Bukankah lo akan ngerasa semuanya percuma?

Mungkin Lo Akan Mati Bunuh Diri atau Hidup dalam Depresi | Controversy

Ketika Remington pertama kali memperkenalkan mesin ketik, mereka sadar bahwa sebagian besar orang nggak akan ngerti apa guna barang itu. Sebagian besar orang akan menganggap itu investasi besar dan nggak perlu di saat menulis bisa dilakukan dengan pena atau pensil.

Remington perlu demonstrasiin ke mereka apa keistimewaan mesin ketik dibandingkan dengan nulis pake pena atau pensil. Rencana Remington adalah demonstrasiin kecepatan dan efisiensinya—kalo mesin ketik nggak bekerja lebih baik daripada pena atau pensil, pikir mereka, kenapa orang harus repot-repot beli dan belajar menggunakannya?

Itulah kenapa hari ini kita gunain kibor QWERTY(UIOP). Susunan itu membuat demonstrator Remington bisa ngetik kata TYPEWRITER dengan sangat cepat. Demonstrasi itu berjalan sukses dan, diikuti dengan aktivitas periklanan, mesin ketik jadi alat yang nggak bisa dilepaskan dari kehidupan orang di seluruh dunia—gue cukup beruntung untuk lihat jaman itu, walaupun udah mendekati akhir, pas gue kecil.

Cerita itu membuat gue bertanya kenapa ada ide yang gampang banget diadopsi dan ada ide yang butuh puluhan tahun atau bahkan nggak pernah diadopsi sama sekali. Dalam dunia penerbitan, misalnya, saat ada satu buku yang hidup, ada puluhan bahkan ratusan lainnya yang mati, nggak pernah cetak ulang, abis nasibnya. Dalam dunia lainnya juga kurang-lebih sama aja.

Alesan pertama jelas berhubungan dengan hirarki kebutuhan. Contoh kecil: tiap hari kita harus beli makanan dan minuman, tapi nggak tiap hari kita harus beli buku atau lukisan—lo nggak bakal jatuh sakit kalo nggak pernah beli buku lagi seusai sekolah atau nggak pernah beli lukisan seumur hidup lo. Artinya, secara umum, jualan makanan dan minuman lebih gampang daripada hal-hal lain yang bukan kebutuhan dasar.

Alesan kedua, yang lebih penting daripada alesan pertama, adalah faktor komunikasi. Kalo demonstrasi Remington nggak berjalan mulus—katakanlah, kibornya disusun dengan cara berbeda dan demonstratornya kurang lihai—mungkin mesin ketik nggak akan pernah diadopsi dalam kehidupan kita. (Remington nggak mungkin mengiklankan alat yang demonstrasinya gagal, kan?)

Jadi mungkin, secara umum, ide-ide yang gagal diadopsi itu terjadi karena ketidakmampuan (atau ketidakpedulian) penciptanya untuk berkomunikasi. Itulah kenapa komunikasi penting banget. Komunikasi menentukan hidup-mati hasil karya kita. Dan kalo hasil karya kita selalu mati, tentu saja kita perlahan-lahan akan mati juga—pertama-tama secara spiritual, kemudian fisik.

Mungkin lo akan mati bunuh diri atau hidup dalam depresi. Itu bukannya nggak mungkin kalo lo terus narsis dengan hal-hal ciptaan lo tanpa coba membuat orang lain mengerti dengan strategi komunikasi yang baik. Percayalah, lo nggak mau itu terjadi.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *