Orang Terpenting dalam Penyebaran Ide

Tentu saja keluarga lo penting karena mereka nggak pernah kehilangan kepercayaan ama lo. Pasangan lo penting karena dia selalu dukung dan nguatin lo—kalo dia malah melemahkan semangat lo, putusin aja karena lo layak dapet lebih baik. Temen-temen lo juga penting karena mereka ada sama lo dalam senang dan susah, bahkan bantuin lo.

Tapi itu semua agak di luar konteks. Yang mau gue bahas adalah orang yang, bicara teknis, mainin peran paling signifikan dalam upaya lo nyebarin ide (mungkin lo seniman atau pengusaha atau apalah). Orang-orang ini sering kali kurang mendapat kredit karena kita nggak sadar mereka sepenting itu. Tapi mereka emang sepenting itu.

Orang Terpenting dalam Penyebaran Ide | Controversy

Kita ambil contoh penyebaran gosip. Sosiolog Janet Lynne Enke dan Donna Eder bilang, umumnya gosip dimulai dari satu orang yang ngomong hal buruk tentang seseorang lain di luar kelompok—atau yang saat itu lagi di luar kelompok. Gimana pandangan kelompok itu terbentuk bergantung hampir sepenuhnya pada pendapat kedua yang diutarain.

Kalo pendapat kedua itu sejalan ama pendapat pertama, besar kemungkinan bahwa pendapat-pendapat seterusnya bakal mirip-mirip dan itu akan jadi pendapat kelompok. Kalo pendapat kedua menentang pendapat pertama, kemungkinan seisi kelompok untuk ikut-ikutan jauh menurun.

Fakta yang sebenernya gimana nggak penting lagi. Karena saat ada dua pendapat yang berlawanan pun, bisa jadi dua-duanya bener. Misalnya, gue rajin sekaligus males (rajin baca buku, males cuci piring), terbuka sekaligus tertutup (terbuka sama orang yang nggak banyak omong kosong, tertutup sama orang yang suka mengasihani diri). Itu perkara sisi mana yang mau lo sorot.

Guy Kawasaki pernah bilang sekarang ini nobodies are the new somebodies. Maksud dia, saat suatu produk diluncurin, penilaian-penilaian dan ulasan-ulasan awal adalah yang terpenting, sekalipun itu berasal dari orang yang bukan siapa-siapa. Ulasan-ulasan awal di IMDB lebih penting bagi sebuah film daripada ulasan para pakar yang biasanya keluar setelah orang udah nggak peduli. Ulasan-ulasan awal di Goodreads lebih penting bagi nasib sebuah buku daripada ulasan para sastrawan yang biasanya lambat sadar karena sok selektif.

Suatu waktu, ada eksperimen di MIT di mana dua kelompok mahasiswa diminta menghadiri kelas seorang dosen tamu. Sebelumnya kelompok pertama dikasih kertas pengantar yang deskripsiin si dosen dingin, sedangkan kertas pengantar buat kelompok kedua bilang si dosen hangat. Seusai kelas dan pendapat mereka ditanya, kelompok pertama bilang si dosen berjarak dan kurang bersahabat, kelompok kedua bilang si dosen bersahabat dan mudah didekati. Keliatannya, dalam membuat penilaian, kita lebih banyak dipengaruhi oleh masukan sosial yang kita dapet daripada fakta sebenernya.

Orang terpenting dalam penyebaran ide lo adalah orang yang pertama kali ngutarain pendapatnya. Mereka bikin lo punya reputasi, baik reputasi yang perlu dihargai atau dicuekin aja. Mereka adalah pemberi masukan sosial buat orang-orang lain yang liat atau denger ide lo. Sering kali mereka adalah orang-orang yang kita kenal, bahkan deket, tapi kita nggak pernah sadar bahwa mereka punya kemampuan untuk mengubah hidup kita.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

3 comments

  1. …tapi kita nggak pernah sadar bahwa mereka punya kemampuan untuk mengubah hidup kita

    nah kalo kasus ente, masa saya musti nyadarin kemampuanmu, lha ente udah sadar sendiri gini haha tapi ya ini bijak bahwa perlu orang lain untuk penegasan atau sekedar pembenaran

    nb.
    saya heran selalu ga bisa menahan diri utk berkomentar di postingan2mu, tulisan2mu semacam berhantu! :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *