Nasib Para Pemberontak

Sekitar seminggu yang lalu, ada satu pikiran acak yang melintas di kepala gue: mungkin kata ‘ngeyel’ nggak punya terjemahan langsung dalam bahasa Inggris karena para penuturnya nggak pengen lo iya-iya aja padahal nggak ngerti. Kalo lo terus berargumentasi, itu nggak dianggep buruk. Kalo lo bikin mereka capek, paling lo dibilang stubborn, atau keras kepala, dan keras kepala itu nggak sama ama ngeyel.

Gue termasuk orang yang suka kultur berargumentasi karena itu bikin gue ngerti dunia lebih baik. Pada prinsipnya, buat apa punya otak kalo lo nggak bisa atau nggak pernah belajar untuk mikir buat diri lo sendiri? Banyak efeknya. Yang paling ekstrem adalah itu menentukan hidup dan mati lo.

Nasib Para Pemberontak | Controversy

Selama 4000 tahun orang-orang Tasmania—ibu, ayah, anak-anak—mati tiap kali masa kelaparan melanda. Agak aneh sebenernya, karena pulau itu dikelilingi laut yang kaya ikan. Lo tau kenapa mereka bisa sampe mati? Karena adat mereka—secara turun-temurun entah berapa generasi—nggak mendefinisikan ikan sebagai makanan. Jadi, mereka nggak pergi mancing. Mereka mungkin nggak pernah mancing. Dan nggak melenceng kalo gue bilang orang-orang itu mati kelaparan di tempat yang kaya makanan.

Tapi apa kita lebih baik atau lebih cerdas daripada mereka? Sekarang coba bayangin tempat lo yang dilanda kelaparan. Makanan-makanan yang biasa lo makan nggak ada lagi. Entah gimana, ayam, sapi, dan terusin aja sendiri punah semua. Kita mungkin akan mati kelaparan juga karena adat kita nggak mendefinisikan binatang yang sebenernya kaya nutrisi sebagai makanan: serangga.

Gue bukannya nyerang adat. Adat adalah suara-suara nenek moyang yang perlu dihargai. Tapi sebagaimana hal apa pun di dunia ini, adat punya kekuatan dan kelemahan. Dan tugas setiap generasi baru adalah mengembangkan yang kuat dan meninggalkan atau memperbaiki yang lemah. Tapi nggak gampang untuk bersikap kritis. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang secara alami mensinkronisasikan dirinya dengan orang lain dan lingkungan.

Suatu hari psikiater William Condon dari Universitas Boston nganalisis sebuah video orang-orang dewasa yang lagi ngobrol. Pada satu titik, di luar sadar, orang-orang itu gerakin tangan dengan cara yang sama, bahkan berkedip dan mengangguk dengan cara yang sama. Nggak hanya itu, sejumlah gelombang otak mereka menampakkan keserasian.

D. Bischof-Kohler dari Universitas Zurich bilang, penularan emosi dan empati udah terjadi sejak kita masih pake pampers. Bayi di bawah dua tahun, yang liat bayi lainnya sakit, nunjukin tanda-tanda dia ngalamin sakit yang sama. Dia nggak cuma ngikutin emosinya aja, tapi emang berbagi rasa sakit itu secara empatik.

Ada penelitian lain di mana anak-anak balita dikumpulin bareng-bareng setiap jam makan selama beberapa hari. Saat ada makanan tertentu yang nggak disukai minoritas anak tapi disukai mayoritas, pada akhirnya yang minoritas ini berubah suka. Gitu juga saat mayoritas nggak suka, maka minoritas akhirnya jadi nggak suka juga. Perubahan itu tetep bertahan bahkan lama setelah penelitian itu kelar.

Orang-orang kreatif adalah mereka yang menyadari kecenderungan alami kita sebagai manusia dan mutusin untuk bersikap kritis. Mereka ajuin pertanyaan-pertanyaan kayak apa mereka bener-bener mempercayai apa yang mereka percayai, apa bener ini cara terbaik, sejauh apa pandangan mereka dipengaruhi lingkungan yang juga dipengaruhi oleh lingkungan yang lebih besar dan lebih besar lagi dan seterusnya.

Waktu kecil kita selalu ditanamin untuk nggak jadi pemberontak karena nasib para pemberontak itu buruk. Menurut gue, jadi penurut itu bagus kalo yang diturutin udah baik. Tapi kalo yang diturutin ternyata melenceng, lo bisa mati.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

6 comments

    1. Biasanya kita sadar kok kalo ada sesuatu yang salah dari apa yang kita lakuin. Tapi kadang kita dibutain oleh kepercayaan yang udah ditanemin ke kita dari kecil sehingga kurang kritis hehe

  1. saya ga tau, saya ini termasuk pemberontak yg bagus atau gimana, atau setengah2, entahlah, rasanya ering suka berjalan di luar aturan baku #malahCurcol hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *