Untuk Para Pelawan Tren

Pertanyaan pertama: apakah tren perlu dilawan? Buat gue, tren nggak perlu dilawan. Tapi kalo lo nggak puas dengan apa yang terjadi di sekitar lo, di lingkungan lo, di dunia lo, kenapa nggak? Pada artikel Untuk Para Penulis Aneh, gue nulis tentang Ferdinand Porsche yang diriin Porsche karena di jalanan dia nggak nemuin satu pun mobil impiannya. Richard Branson diriin Virgin Airlines karena nggak puas dengan seluruh pesawat yang dia naikin.

Pertanyaan kedua: kalau perlu dilawan, gimana caranya? Saat ada satu pelawan tren yang berhasil, ada 999 yang gagal. Itu bukan statistik. Itu dramatisasi aja. Poinnya, melawan tren itu nggak gampang, sekalipun sumber daya lo kuat, sebab lo bukan satu-satunya orang dengan sumber daya kuat.

Untuk Para Pelawan Tren | Controversy

Pertama-tama, kita harus sadar bahwa manusia adalah pengikut yang alami, bahkan dalam situasi hidup-mati. Bayangin kalo lo gagal ginjal. Tubuh lo bergantung banget ama organ satu itu untuk nyaring toksin dan produk buangan dari darah lo. Saat ginjal lo nggak kerja, seluruh tubuh lo menderita. Sodium bertambah, tulang melemah, dan lo berisiko kena anemia atau sakit jantung. Singkatnya, kalo nggak cepet ditangani, lo bisa mati.

Tiap tahun ada empat puluh ribu orang di Amerika yang kena gagal ginjal. Mereka punya dua pilihan: dateng tiga kali seminggu ke rumah sakit selama entah berapa lama untuk penanganan atau transplantasi ginjal.

Masalahnya, nggak ada cukup banyak ginjal tersedia untuk transplantasi. Saat ini ada lebih dari seratus ribu pasien dalam daftar tunggu; jumlah itu bertambah empat ribu tiap bulan. Orang-orang itu pengen banget, nyaris putus asa, untuk dapet ginjal baru.

Bayangin lo ada di daftar tunggu itu. Karena lo baru daftar, otomatis posisi lo dalam antrean masih jauh di belakang. Lo mesti nunggu berbulan-bulan, mungkin lebih dari itu, untuk dapet ginjal baru. Tapi suatu hari, lebih cepet dari perkiraan lo, lo ditawarin sebuah ginjal yang cocok ama lo. Apa respons lo?

Lo bakal terima penawaran itu, kan? Ini bicara hidup-mati. Lebih cepat lo dapat ginjal baru, lebih baik. Penderitaan lo berakhir. Kekhawatiran lo terangkat. Tapi kenyataannya, 97,1% penawaran ginjal ditolak.

Profesor MIT Juanjuan Zhang bilang alasannya biasanya adalah ketidakpercayaan pada kualitas ginjal itu. Bayangin di daftar tunggu itu lo ada di urutan keseratus. Sebuah ginjal tentu saja akan ditawarin dulu ke orang di urutan pertama, kedua, dan seterusnya. Kalo penawaran itu dalam begitu cepat nyampe ke elo, berarti ada 99 orang yang nolak ginjal itu, kan? Itu pasti ginjal yang jelek, pikir lo.

Orang-orang di daftar tunggu itu nggak bisa berkomunikasi satu sama lain, tapi itu nggak menghalangi mereka untuk bikin keputusan berdasarkan tanggapan sesama mereka, terutama yang urutannya lebih tinggi di daftar tunggu.

Hal yang sama terjadi di kafe-kafe. Saat lo liat kotak tip di barnya, apa pernah nggak ada isinya? Udah pasti nggak pernah. Pasti ada banyak koin. Itu karena si barista emang masukin koin-koin ke situ buat pancingan. Pengunjung jadi mikir banyak pengunjung lain ngasih tip, atau setidaknya mereka jadi nggak bisa nebak banyak atau sedikit pengunjung yang ngasih tip (karena mereka pasti taulah awalnya itu koin-koin si barista).

Perlawanan tren yang mandek—atau kegagalan membuat dampak—sering kali terjadi karena si kreator adalah orang aneh. Banyak penulis, misalnya, mau melawan tren sendirian. Ya udah pasti gagal. Tren hanya bisa dilawan dengan tren. Nggak masalah kalau awalnya berskala kecil. Segala sesuatu bisa dikembangin. Intinya, lo mesti bergerak bersama—atau ‘bersama’. Lo mesti taruh koin-koin di kotak tip lo. Lo mesti buat ginjal yang lo tawarin terlihat seperti ginjal yang sangat diminati.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

4 comments

    1. Wah haha…. Saya emang suka segala sesuatu yang alternatif, tapi gak pernah mikir sampe anti-mainstream, karena hal bagus dan buruk itu ada di yang mainstream maupun alternatif. 😀

  1. riset saya make metode yang sama sekali jarang dipake, kalo ga salah di jurusan malah belum pernah ada yang make, dan kesimpulannya saya ga ada temen pusingnya hahahaha saya curcol lagi 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *