The Florida Effect

Kalo lo ngikutin blog ini, lo pasti tau bahwa dalam banyak artikel, antara lain Hari-hari Buku Nasional dan Jangan Setubuhi Perempuan Nggak Berwawasan, gue menekankan pentingnya pembaca untuk bawa bukunya ke luar rumah dan baca di tempat-tempat umum.

Tujuannya jelas bukan untuk gaya-gaya—walaupun kalo membaca dianggep gaya, itu bagus. Tujuannya lebih dalam dan lebih kompleks daripada itu, dan itu adalah sesuatu yang sering kali mempengaruhi kita tanpa sadar.

The Florida Effect | Controversy

Sampe beberapa dekade yang lalu, satu-satunya cara untuk mempelajari cara berpikir asosiatif kita adalah dengan ngajuin orang-orang pertanyaan kayak gini: apa kata pertama yang muncul di kepala lo saat lo denger kata ‘siang’? Kemudian para peneliti ngitung jawaban apa yang paling sering muncul.

Pada akhir 80-an, penelitian ini mengalami kemajuan signifikan. Kalo kita terekspos oleh kata tertentu sebelum pertanyaan serupa diajuin, kata-kata yang muncul di kepala kita bisa beda jauh. Misalnya, kalo lo seharian di kantor dan disuruh ngisi pertanyaan kayak B_S, hampir pasti lo akan jawab BOS. Tapi kalo lo lagi libur dan baru ngabisin waktu di jalan, lo akan jawab BIS—atau BUS. Para psikolog bilang itu priming effect, atau ‘efek pancingan’ (kira-kira gitu terjemahannya)—kantor mancing bos, jalan mancing bus.

Yang menarik, priming effect ini punya keterlibatan yang luas dalam hidup kita. Psikolog John Bargh dan rekan-rekannya pernah bikin eksperimen terkenal di New York University. Mereka minta mahasiswa-mahasiswi—sebagian besar berumur 18-22—untuk bikin kalimat-kalimat empat kata dari pilihan kosakata yang tersedia.

Grup pertama dikasih kata-kata yang berhubungan dengan keadaan tua, misalnya pikun, botak, keriput, dan Florida—gue nggak tau kenapa Florida berhubungan dengan tua, tapi sepertinya gitu buat orang Amerika. Grup kedua dikasih kata-kata yang acak aja, nggak dirancang untuk nanamin pikiran atau kesan tertentu.

Setelah itu, mereka diminta pergi ke ruangan berbeda di ujung koridor karena ada eksperimen lain. Eksperimen lain itu sebenernya adalah proses perjalanan mereka dari ruangan pertama ke ruangan kedua. Para peneliti ngitung waktu tempuh kedua grup itu. Seperti yang udah diprediksi Bargh, grup pertama, yang dikasih kata-kata tua, ngabisin waktu tempuh lebih panjang. Artinya, mereka jalannya lama. Eksperimen inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan The Florida Effect.

The Florida Effect libatin dua tahapan. Pertama, kata-kata itu mancing pikiran-pikiran tentang tua, walaupun kata tua nggak pernah disebut. Kedua, pikiran-pikiran itu mancing sebuah tingkah laku, yaitu jalan lelet, yang berhubungan dengan keadaan tua. Semua itu terjadi di luar sadar.

Pada kesempatan lain, psikolog berbeda bikin penelitian sejenis tapi dengan kata-kata yang berhubungan dengan uang. Hasilnya, para partisipan yang dipancing oleh pikiran uang jadi lebih independen, lebih pekerja keras, tapi juga lebih egois, lebih sedikit ngasih bantuan, dan lebih berjarak dari orang lain. Pada eksperimen itu, para partisipan juga dikasih tau bahwa mereka akan lakuin obrolan perkenalan dengan seseorang dan diminta ngatur dua kursi dengan posisi berhadapan. Partisipan yang dipancing oleh pikiran uang bikin jarak yang lebih jauh antara kedua kursi itu (rata-ratanya 118 sentimeter), sedangkan partisipan yang nggak dipancing pikiran uang hanya 80 sentimeter.

Penelitian-penelitian itu mestinya ngasih kita gambaran lebih luas dan dalam tentang lingkungan di mana kita tinggal dan masyarakatnya. Ada kebudayaan-kebudayaan yang nyediain banyak pengingat tentang respek, ada yang ngasih banyak pengingat tentang Tuhan, ada yang tentang kepatuhan kepada pemimpin besar atau Dear Leader. Dan kita bisa liat bahwa pengingat berbeda menciptakan masyarakat berbeda.

Gimana kalo lingkungan kita dipenuhi banyak pengingat tentang buku, seni, keragaman budaya, dan rasa lapar terhadap informasi? Nggak ada yang mustahil di dunia ini, tapi semuanya dimulai dari keputusan kita untuk membuat perubahan.

 

Gambar diambil dari sini.

LinkedInShare

4 comments

    1. Seperti hipnotis atau gak, saya gak tau karena belum pernah belajar hipnotis huehe…. Tapi yang jelas, kita gak seperti yang kita pikir, selalu ngambil keputusan secara sadar dan logis dll. Ada banyak faktor, yang sering kali bahkan gak terdeteksi, yang mendefinisikan siapa kita hari ini.

  1. itu kalimat dear leader, saya kebacanya malah darth vader..

    yang aku baca dari uraian di atas #halaghkalimatnyaseriussekali pemilihan kata dan kalimat mempengaruhi pembaca dan penulis, jadinya memang harus banyak baca agar terpengaruh atau tidak dengan hipnotis eh maunya orang, mungkin gitu
    ya saya nangkepnya gitu ehehe

    1. Iya, pada dasarnya kita emang pasti terpengaruh oleh sekeliling kita, misalnya oleh suasana kota, kultur, kata-kata yang diulang-ulang dari kita kecil, dll. Jadi saat kita berubah pikiran atau kepercayaan, gak semudah itu sebenernya untuk undo atau unbelieve apa yang udah melekat. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *